layanan@datagoe.com +6281353967xxx

Rembuk Stunting Desa Lamatuka

  • Tukan 2G
  • Disukai 0
  • Dibaca 8 Kali

LAMATUKA — Pemerintah Desa Lamatuka menggelar Rembuk Stunting Desa pada Selasa, 1 September 2026, sebagai langkah strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Lamatuka.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan kelembagaan desa, di antaranya Pemerintah Desa Lamatuka, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tenaga kesehatan desa, kader Posyandu, para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta tokoh pemuda.

Rembuk stunting dibuka sekaligus dipimpin oleh Fransiskus Benediktus Boli, selaku Kepala Desa Lamatuka. Dalam arahannya, Kepala Desa menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah stunting, mengingat persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut pola asuh, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, serta kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas unsur di tingkat desa. Pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan tenaga kesehatan, kader Posyandu, lembaga desa, para ketua RT, serta masyarakat.

“Rembuk stunting ini menjadi ruang bagi kita bersama untuk melihat persoalan yang ada di desa dan mencari solusi secara bersama-sama. Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga dan didukung oleh seluruh masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dalam forum rembuk, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, masukan, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu dan anak di wilayah Desa Lamatuka. Pembahasan diarahkan pada upaya memperkuat pelayanan Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak, pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, serta peningkatan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pola hidup sehat.

Keberadaan kader Posyandu menjadi salah satu unsur penting dalam upaya pencegahan stunting. Para kader diharapkan terus berperan aktif dalam melakukan pemantauan pertumbuhan balita, memberikan edukasi kepada orang tua, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Sementara itu, keterlibatan para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda diharapkan dapat memperluas gerakan pencegahan stunting hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Melalui Rembuk Stunting Desa Lamatuka, seluruh peserta diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak. Hasil pembahasan dalam kegiatan ini selanjutnya menjadi bahan bagi pemerintah desa dalam menentukan langkah dan prioritas kegiatan pencegahan stunting sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong seluruh masyarakat Desa Lamatuka dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.

Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, lembaga desa, dan masyarakat, Desa Lamatuka berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya pencegahan stunting demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.


Dapatkan full source code Asli